Gelombang PHK Industri Tekstil, Ribuan Pekerja Jadi Pengangguran

Industri tekstil Indonesia kembali dilanda gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Empat pabrik tekstil di Jawa Barat dan Jawa Tengah terpaksa menutup operasionalnya pada Mei 2024, mengakibatkan 2.300 pekerja kehilangan pekerjaan.

Salah satu pabrik yang tutup adalah PT Alenatex di Bandung, Jawa Barat, yang mem-PHK 700 karyawannya. Sementara itu, PT Kusuma Group di Karanganyar, Jawa Tengah, menutup tiga pabriknya sekaligus, berimbas pada 1.600 pekerja.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Ristadi mengungkapkan, penutupan pabrik ini disebabkan oleh penurunan order dan kalah bersaing dengan produk impor murah. "Pabrik tekstil terus bertumbangan. Terjadi penurunan order. Lalu perusahaan mencoba bertahan dengan berinovasi, mengolah produknya dengan menciptakan produk sendiri. Tapi ternyata nggak laku, nggak bisa masuk ke pasar lokal karena sudah diisi barang impor murah," kata Ristadi kepada CNBC Indonesia.

Lebih lanjut, Ristadi memperingatkan bahwa gelombang PHK di industri manufaktur masih akan berlanjut, termasuk di sektor garmen, sepatu, dan lainnya. Dia mendesak pemerintah untuk memperketat aturan impor untuk melindungi industri dalam negeri.

"Serbuan impor akan semakin gila. Apalagi dengan dilonggarkannya aturan impor, ke depan akan semakin parah. Kemarin sempat diperketat memang, dan dinikmati industri di dalam negeri. Tapi ternyata pemerintah nggak kuat, lalu melonggarkan impor dengan menerbitkan Permendag No 8/2024," tukasnya.

Permendag No 8/2024 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Menteri Perdagangan No 36/2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor memang melonggarkan syarat impor 7 komoditas, termasuk alas kaki, pakaian jadi, dan aksesoris. Hal ini dikhawatirkan akan semakin membuka peluang masuknya barang impor murah dan memperparah kondisi industri manufaktur dalam negeri.

Penutupan pabrik tekstil dan PHK massal ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah. Diperlukan langkah-langkah konkrit dan berpihak pada industri dalam negeri untuk mencegah krisis di sektor manufaktur semakin meluas.

Share
Like this article? Invite your friends to read :D
Post a Comment