Revolusi Internet Luar Angkasa: Teknologi Starlink Hubungkan Dunia

 


Menghubungkan internet dari tengah hutan menggunakan piringan satelit sebesar pizza yang ditempatkan di atas rumah, dan kemudian mengirimkannya ke satelit yang mengorbit 550 kilometer di luar atmosfer bumi, adalah teknologi yang sangat mengagumkan. Dengan kecepatan luar biasa sekitar 27.000 kilometer per jam, satelit Starlink milik SpaceX kini mampu mengirim data dengan kecepatan ratusan megabit per detik. Lebih dari sekadar teknologi canggih, Starlink membuka akses internet berkecepatan tinggi bagi daerah-daerah yang sebelumnya tidak terjangkau.

Antena Starlink, yang diberi nama "Dishy McFlatface" atau "Dishy" oleh pendiri SpaceX, Elon Musk, bukanlah antena TV biasa. Jika antena TV hanya menerima sinyal dari satelit penyiaran yang mengorbit di ketinggian 35 ribu kilometer, Dishy bisa mengirim dan menerima data dari satelit Starlink yang mengorbit pada ketinggian 550 kilometer. Dengan teknologi yang disebut phased array, Dishy mampu mengarahkan dan mempertahankan sinar data yang kuat ke satelit yang bergerak cepat melintasi langit.

Di dalam Dishy terdapat komponen-komponen canggih seperti motor, kabel ethernet yang menghubungkannya dengan router, serta papan sirkuit cetak besar (PCB). PCB ini memiliki 640 mikrochip kecil dan 20 mikrochip besar yang diatur dalam pola tertentu. Di sisi lain PCB, terdapat sekitar 1.400 lingkaran tembaga dengan kisi-kisi kotak di antara lingkaran-lingkaran tersebut. Semua antena ini bekerja bersama dalam array phased untuk mengirim dan menerima gelombang elektromagnetik yang difokuskan ke dan dari satelit Starlink.

Phased array adalah teknik menggabungkan sinyal dari banyak antena untuk membentuk sinar yang kuat. Dengan menggunakan pergeseran fase, sinar ini dapat diarahkan secara presisi ke satelit yang bergerak cepat. Meskipun antena tunggal hanya memiliki diameter sekitar satu sentimeter, kombinasi 1280 antena dalam array heksagonal menghasilkan sinyal yang cukup kuat untuk mencapai luar angkasa.

Dishy dan satelit Starlink menggunakan teknik modulasi amplitudo kuadratur (64QAM) untuk mengirim sinyal yang memvariasikan amplitudo dan fase guna mengkodekan nilai biner 6-bit. Setiap kombinasi amplitudo dan fase mewakili simbol 6-bit, memungkinkan transmisi data dengan kecepatan ratusan megabit per detik.

Untuk menjaga sinar data tetap terarah ke satelit, Dishy menggunakan koordinat GPS dan posisi orbit satelit Starlink. Perangkat lunak di Dishy menghitung sudut 3D yang tepat dan pergeseran fase yang diperlukan untuk setiap antena. Hasil perhitungan ini kemudian dikirim ke 20 chip beamformer yang mengoordinasikan sinyal dari 32 modul frontend, masing-masing mengendalikan dua antena. Setiap beberapa mikrodetik, perhitungan ini diperbarui untuk memastikan sinar tetap terarah dengan akurat.

Teknologi di balik Dishy McFlatface dan satelit Starlink membuka peluang besar untuk menyediakan internet berkecepatan tinggi ke seluruh penjuru Bumi, termasuk daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh infrastruktur tradisional. Dengan kemajuan teknologi ini, masa depan komunikasi global semakin cerah, memungkinkan akses informasi yang cepat dan andal bagi semua orang, di mana pun mereka berada.

Dengan kemampuan Starlink yang terus berkembang, kita dapat mengharapkan konektivitas internet yang lebih baik dan lebih luas di masa mendatang, membawa dunia lebih dekat dan terhubung dari hutan hingga luar angkasa.

Share
Like this article? Invite your friends to read :D
Post a Comment