Syahrul Yasin Limpo Dituntut 12 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerasan di Kementan


 Syahrul Yasin Limpo (SYL), yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Pertanian, resmi mengundurkan diri dari jabatannya menyusul dugaan kasus korupsi yang tengah menjeratnya. Pengunduran diri ini dilakukan setelah ia menyerahkan surat pengunduran diri kepada Presiden Joko Widodo melalui Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Istana Kepresidenan pada Kamis, 5 Oktober 2023.

SYL menjelaskan bahwa keputusannya untuk mundur dari jabatan Menteri Pertanian adalah untuk menghadapi proses hukum yang sedang berlangsung secara serius. "Alasan saya mengundurkan diri adalah ada proses hukum yang saya hadapi dan saya harus siap menghadapi secara serius," ujar Syahrul di Kompleks Istana Negara, seperti dikutip dari Kompas.com. Ia juga meminta agar tidak ada stigma negatif terhadap dirinya terkait kasus dugaan korupsi ini. "Saya berharap jangan ada stigma maksudnya menghakimi saya dulu," tambahnya.

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, telah memerintahkan SYL untuk segera menghadap Presiden Joko Widodo dan menyerahkan surat pengunduran dirinya. Hal ini disampaikan oleh Surya Paloh setelah menerima laporan dari SYL di kantor DPP NasDem, Jakarta. "Agar apa? Memberikan penghormatan terhadap upaya penyidikan yang berlangsung, agar dia konsentrasi dan tentu saya ajak semua untuk memberikan peluang azas praduga tak bersalah," ucap Surya Paloh. Ia menegaskan bahwa Partai NasDem tetap berkomitmen untuk menghadapi masalah tanpa lari dari tanggung jawab.

Sebelum menyerahkan surat pengunduran diri, SYL bertemu dengan pegawai Kementerian Pertanian untuk berpamitan. Setelah itu, ia menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya terkait dugaan pemerasan yang dilakukan oleh pimpinan KPK. Meski belum memberikan penjelasan rinci mengenai dugaan pemerasan tersebut, SYL menyatakan bahwa ia telah memberikan keterangan lengkap kepada pihak berwenang.

Kasus ini bermula dari dugaan korupsi di Kementerian Pertanian yang sedang diselidiki oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada 4 Oktober 2023, KPK menggeledah dua rumah pribadi SYL di Makassar, Sulawesi Selatan. Meskipun KPK belum mengumumkan tersangka dalam kasus ini, Menko Polhukam Mahfud MD mengindikasikan bahwa SYL sudah menjadi tersangka dalam penyelidikan KPK.

Setelah kembali dari Spanyol, SYL dilaporkan bertemu dengan Surya Paloh di Kantor DPP NasDem di Jakarta Pusat pada 4 Oktober 2023. Pertemuan ini berlangsung selama empat jam dan disaksikan oleh sejumlah wartawan.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengungkapkan bahwa dirinya sudah menerima surat pengunduran diri SYL dan menyebut adanya kemungkinan perombakan kabinet (reshuffle) sebagai akibat dari pengunduran diri ini.

Kasus yang menjerat Syahrul Yasin Limpo menjadi perhatian publik dan menambah daftar panjang pejabat yang tersangkut kasus korupsi di Indonesia. Dengan pengunduran dirinya, SYL berharap dapat fokus menghadapi proses hukum yang berjalan dan membuktikan dirinya tidak bersalah sesuai dengan asas praduga tak bersalah.

Share
Like this article? Invite your friends to read :D
Post a Comment