Tapera Jadi Solusi Gotong Royong Atasi Krisis Kekurangan Hunian?


Di tengah tantangan besar dalam menyediakan hunian yang terjangkau bagi masyarakat, pemerintah Indonesia mengambil langkah dengan memperkenalkan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengatasi backlog yang mencapai jutaan keluarga, tetapi juga untuk menekan angka ketimpangan pemilikan rumah di negara ini.

Menurut Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, Tapera merupakan langkah strategis untuk mengakomodasi permintaan yang terus meningkat, yang mencapai sekitar 700.000 sampai 800.000 keluarga baru setiap tahunnya yang tidak memiliki rumah. Pemerintah menyadari bahwa kapasitas mereka dalam menyediakan hunian yang terjangkau sangat terbatas, sehingga dibutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam menyelesaikan masalah ini.

"Konsepnya bukan hanya sekadar iuran, tetapi lebih pada menabung," ujar Heru dalam konferensi pers di Jakarta. Melalui Tapera, pekerja yang sudah memiliki rumah akan ikut menabung, dengan sebagian tabungannya digunakan untuk menyubsidi KPR bagi mereka yang belum memiliki rumah. Hal ini bertujuan untuk menjaga agar bunga kredit lebih rendah dibandingkan KPR komersial yang saat ini mencapai 5%.

Lebih lanjut, prinsip gotong royong menjadi landasan utama dalam UU Tapera (UU Nomor 4 Tahun 2016), yang menggarisbawahi pentingnya keterlibatan bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat untuk mencapai tujuan ini.

Dengan implementasi Tapera, pemerintah Indonesia berharap dapat mengurangi ketimpangan pemilikan rumah dan memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk memiliki rumah sendiri. Langkah ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan backlog hunian, tetapi juga menggalang semangat gotong royong dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.

Share
Like this article? Invite your friends to read :D
Post a Comment