Billboard Ads

Pemilu 2024: Makan Siang Gratis, Visi Kemanusiaan atau Iklan Politis?

 


Jakarta, Represif.com - Dalam merinci visi dan misinya, pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menetapkan beberapa program prioritas dalam sektor pendidikan. Selain upaya membangun sekolah unggul di tiap kabupaten dan memperbaiki sekolah yang membutuhkan renovasi, pasangan ini juga menarik perhatian publik dengan satu ide kemanusiaan yang menonjol: pemberian makan siang dan susu gratis kepada anak-anak SD, SMP, dan SMA di Indonesia.

Dalam visi kemanusiaan mereka, Prabowo-Gibran berkomitmen untuk memberikan makan siang dan susu gratis kepada 44 juta anak dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Tak hanya itu, program ini juga melibatkan anak balita (30 juta), pesantren (lima juta), dan ibu hamil (tiga juta), sehingga total mencapai 82,9 juta jiwa. Ide ini diungkapkan sebagai langkah konkret untuk memastikan anak-anak Indonesia tidak mengalami kekurangan gizi.

Meski menjadi ide yang mengundang perhatian dan dukungan, program ini juga mengundang pertanyaan seputar sumber daya finansial yang dibutuhkan. Ketua Dewan Pakar Tim kampanye nasional Prabowo-Gibran, Buhanuddin Abdullah, memprediksi bahwa anggaran yang diperlukan untuk program ini mencapai Rp1 triliun per hari atau setara dengan Rp300 triliun per tahun. Meskipun besarnya angka tersebut mencengangkan, Budi berargumen bahwa hal ini dilakukan untuk memastikan anak-anak tidak mengalami kekurangan gizi dan dapat belajar dengan tenang.

Pemberian makan siang dan susu gratis di sekolah-sekolah diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan anak-anak, memberikan mereka energi yang cukup untuk belajar, dan mengurangi risiko kekurangan gizi. Namun, tantangan utama adalah bagaimana mengelola dan menyediakan dukungan finansial untuk program sebesar itu tanpa mengorbankan sektor-sektor lainnya.

Ide pemberian makan siang dan susu gratis dari pasangan Prabowo-Gibran memberikan sentuhan kemanusiaan yang kuat dalam ranah politik. Meskipun anggaran yang diperlukan tergolong besar, apakah program ini akan menjadi kenyataan atau tidak akan sangat bergantung pada dukungan masyarakat, manajemen finansial yang baik, dan kemauan politik. Tidak hanya sekadar iklan politis, program ini menandai komitmen untuk memberikan dampak positif pada kesejahteraan anak-anak Indonesia.

Read Also
Share
Like this article? Invite your friends to read :D