Billboard Ads

Antara Capaian Gemilang di Era Jokowi dan Sorotan Ketimpangan

 


Jakarta, Represif.com - Presiden Joko Widodo, atau yang akrab disapa Jokowi, dikenal sebagai "bapak infrastruktur" berkat gencarnya pembangunan infrastruktur selama masa kepemimpinannya. Namun, meskipun banyak diapresiasi, pembangunan ini juga menuai kritik terutama terkait dampak sosial dan ketimpangan ekonomi.

Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj, memberi Jokowi julukan "bapak infrastruktur", mengakui bahwa upaya pembangunan infrastruktur Jokowi layak diacungi jempol. Pembangunan ini bukan hanya menjadi lebih masif dari masa sebelumnya, tetapi juga menghadirkan terobosan dalam pengelolaan fiskal dengan menghapus subsidi BBM.

Meskipun terdapat kontribusi signifikan dari BUMN dan sektor swasta, beberapa proyek besar seperti kereta cepat Jakarta-Bandung juga menimbulkan kritik. Biaya pembangunan yang membengkak dan konflik agraria menjadi sorotan utama terhadap efisiensi pembangunan infrastruktur.

Data menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur Jokowi berhasil membawa perubahan yang signifikan, seperti penurunan angka kemiskinan dan peningkatan konektivitas. Namun, dampak sosial dari pembangunan ini juga tidak bisa diabaikan. Konflik agraria dan pelanggaran HAM terkait pembangunan infrastruktur menjadi titik kritis yang mempertanyakan keberlanjutan pembangunan ini.

Meskipun Jokowi menyatakan prioritasnya dalam bidang ekonomi, ia juga mengklaim memperhatikan isu HAM dan lingkungan. Namun, realitas menunjukkan bahwa fokusnya pada pembangunan infrastruktur meninggalkan tantangan besar dalam menangani ketimpangan sosial dan dampak lingkungan.

Pembangunan infrastruktur di era Jokowi menjadi ciri khas pemerintahannya, menghadirkan capaian gemilang sekaligus sorotan atas ketimpangan ekonomi dan dampak sosialnya. Sebagai negara yang terus berkembang, Indonesia perlu memperhitungkan dampak jangka panjang dari pembangunan infrastruktur agar dapat mengatasi tantangan sosial dan lingkungan yang muncul. Selain itu, pembangunan infrastruktur juga harus menjadi sarana untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Read Also
Share
Like this article? Invite your friends to read :D