Billboard Ads

Ketidaktahuan Ancam Cita-cita Naffa Mengejar Impian Kuliah di USU

 


Di tengah cakrawala masa depan yang terbentang luas, seorang calon mahasiswa baru, Naffa Zahra Muthmainnah, menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan impian kuliahnya di Universitas Sumatera Utara (USU). Dalam sebuah kisah yang mencerminkan perjuangan dan hambatan biaya pendidikan, Naffa hampir kehilangan kesempatan untuk mengejar cita-citanya.

Pada awalnya, Naffa merasa lega ketika Mendikbudristek Nadiem Makarim membatalkan kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) tahun ini. Namun, hambatan muncul ketika ia menyadari kesalahan dalam pengisian formulir pendaftaran UKT.

Gedung Rektorat USU menjadi saksi ketika Naffa, bersama Rektor Prof. Muryanto Amin, mengungkapkan kronologi pendaftaran ulang UKT yang hampir membuatnya putus asa. Kesalahpahaman dalam pengisian formulir oleh abangnya membuat Naffa terdaftar sebagai penerima UKT penuh, dengan biaya yang jauh melampaui kemampuan keluarganya.

Dalam pernyataan resmi kepada BBC News Indonesia, Kepala Humas Promosi dan Protokoler USU, Amalia Meutia, menjelaskan bahwa Naffa seharusnya mengisi formulir UKT sesuai dengan kondisi ekonomi keluarganya. Namun, kesalahan dalam pengisian formulir mengakibatkan Naffa terkategorikan pada golongan biaya yang tidak sesuai.

Naffa mengungkapkan bahwa dirinya tidak mengerti prosedur pengisian formulir dan meminta bantuan abangnya. Namun, ketidaktahuan mereka akan prosedur tersebut menyebabkan kesalahan yang hampir menghancurkan mimpi Naffa untuk kuliah di USU.

Rektor Prof. Muryanto Amin, dengan kebijaksanaannya, menanyakan kesanggupan Naffa dalam membayar UKT yang sesuai dengan kondisi keluarganya. Dengan tulus, Naffa menjawab bahwa keluarganya hanya mampu membayar sebesar Rp1,5 juta.

Meskipun demikian, dengan dorongan semangat dari Rektor, Naffa diberikan harapan untuk tetap mengejar cita-citanya. Kesempatan itu datang berkat kebijakan baru yang membatalkan kenaikan UKT, memberikan napas baru bagi calon mahasiswa seperti Naffa.

Kisah Naffa adalah cerminan dari betapa pentingnya pemahaman akan prosedur administrasi dalam penerimaan mahasiswa baru. Kesalahan kecil dalam pengisian formulir bisa mengakibatkan hambatan besar bagi seseorang dalam meraih pendidikan tinggi.

Keputusan untuk membatalkan kenaikan UKT oleh Mendikbudristek Nadiem Makarim adalah angin segar bagi calon mahasiswa yang terbebani dengan biaya pendidikan yang semakin meningkat. Namun, penting bagi lembaga pendidikan untuk tetap memastikan bahwa proses seleksi dan pembiayaan berjalan adil dan transparan bagi semua pihak.

Semoga kisah Naffa menjadi cambuk bagi pihak-pihak terkait untuk memberikan bimbingan dan penyuluhan yang memadai kepada calon mahasiswa dan keluarganya. Dengan demikian, setiap individu berpotensi meraih pendidikan tinggi tanpa hambatan biaya yang berarti.

Read Also
Share
Like this article? Invite your friends to read :D