Billboard Ads

Penyiksaan dan Keterbelakangan Mental dalam Kasus Vina dan Eky

 


Kisah yang diceritakan oleh Saka Tatal dan orang tua Sudirman mengungkapkan adanya kemungkinan salah tangkap dan penyiksaan dalam penanganan kasus pembunuhan Vina dan Eky pada 2016. Saka Tatal mengklaim bahwa pada saat kejadian ia berada di rumah pamannya bersama kakaknya, dari sebelum magrib hingga sekitar pukul 10 malam.

Ia juga menyatakan bahwa pada pukul 23.00, ia pergi ke bengkel motor dengan temannya. Pengacaranya, Titin, menyebutkan bahwa dua saksi telah dihadirkan di pengadilan untuk mendukung alibi ini, namun kesaksian mereka diragukan oleh hakim dengan pertanyaan mengenai kemungkinan bengkel buka pada malam hari.

Saka ditangkap tanpa ada surat perintah penangkapan saat berada di rumah neneknya pada 31 Agustus 2016. Ia ditangkap setelah mengisi bensin dan mengantarkan motor ke SMP 11 atas permintaan saudaranya, Eka Santi. Selama di tahanan, Saka mengaku bahwa ia disiksa secara fisik dan dipaksa untuk mengaku bersalah.

Setelah kurang dari seminggu mengalami penyiksaan, ia akhirnya mengaku meskipun sebelumnya ia bersikeras tidak bersalah. Saka juga menyatakan bahwa ia tidak mengenal Vina dan Eky, serta tidak mengetahui lokasi kejadian, yang menambah keraguan terhadap keterlibatannya dalam pembunuhan tersebut.

Orang tua Sudirman, Suratno, mengklaim bahwa anaknya memiliki keterbelakangan mental, hanya lulus SD, dan tidak pernah terlibat dalam geng motor. Suratno juga menyatakan bahwa Sudirman berada di rumah saat kejadian dan baru belajar mengendarai motor pada saat itu. Sudirman mengaku kepada ayahnya bahwa ia dipaksa untuk mengaku sebagai salah satu pembunuh Vina dan Eky.

Kisah ini mencerminkan tantangan yang dihadapi dalam sistem peradilan pidana, terutama terkait dengan kemungkinan salah tangkap, alibi yang diabaikan, penggunaan kekerasan dalam penyidikan, dan penanganan terhadap individu dengan keterbelakangan mental. Tindakan polisi dan proses pengadilan yang dipertanyakan ini menunjukkan perlunya reformasi dan pengawasan yang lebih ketat untuk memastikan keadilan bagi semua pihak.

Read Also
Share
Like this article? Invite your friends to read :D